Tokoh olah raga
Penyeru kalimat Syahadah diatas ring
Diera tahun 60 an hingga 80 an dunia tinju internasional pernah dihebohkan oleh sang juara sejati dari seorang muslim kulit hitam yang hingga saat ini namanya masih melegenda, dialah “The Black Superman” Muhammad Ali. Namun sejak ia turun, belum ada lagi petinju muslim yang namanya harum diatas ring.
Tapi pada tahun 1995 telah lagi seorang muslim yang berhasil menjadi juara tinju dunia.
Ia adalah Naseem Hamed, pria berdarah Yaman yang lahir di Shiffield, Inggris 12 Februari 1974 yang lalu. Karena gaya bertinjunya yang indah dan sering menjatuhkan lawan dengan pukulan telaknya, maka tak heran jika namanya mulai terkenal tidak hanya didataran Inggris saja, namun diseluruh dunia sehingga dari kerajaan Inggris sendiri menganugerahi gelar kehormatan “Prince atau pangeran”.
Peristiwa yang menghebohkan adalah saat ia menyabet gelar juara dunia di Olympia Grand Hall, London, 11 Maret 2000, semua penonton tertegun ketika itu Naseem diatas ring meraih mikrofon, diam sejenak lalu mengucapkan takbir dan syahadat, dan kejadian ini ia selalu melakukan disetiap pertandingan. Sejak saat itulah namanya semakin melambung terutama dinegara-negara mayoritas yang berpenduduk muslim termasuk Indonesia.
Selain gerakannya yang nyaris sempurna dalam kepiawaian bertinju dapat menghibur, ia selalu melepas senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya. Aksi-aksi lainnya yang ia tampilkan saat tampil diatas ring antara lain, seperti masuk ring lewat atas dengan menempatkan lift atau elevator di atas arena, atau meluncur di atas karpet yang dibentangkan layaknya landasan pacu pesawat terbang. Semua itu ia siapkan dengan serius layaknya seorang seniman.
Sebagai atlet muslim, ia pun selalu merasa rendah hati kepada siapa saja dan selalu menggunakan moment juaranya diatas ring untuk melakukan syiar Islam dengan menyuarakan takbir dan syahadah. Karirnya dalam bertinju, Hamed telah membukukan rekor 36 kali menang dalam 37 kali bertanding. Satu-datunya kekalahan ia dapat dari Marco Antonio Barerra tahun 2001. pertarungan melawan Manuel Calvo tahun 2002 menjadi pertandingan terakhirnya. Kendati tak pernah mengumumkan secara resmi, ia diyakini telah pensiun, namun ia telah mengukir sejarah sebagai petinju muslim yang berhasil memadukan unsur seni dan olahraga. (Imam)
Selasa, 23 Oktober 2007
Ayam jantan dari timur yang jenius
T o k o h
Ayam jantan dari timur yang jenius
Pada jaman sekarang ini banyak sekali hiburan-hiburan, terutama film-film di televisi sehingga membuat adik-adik sering menonton dan lupa akan belajarnya. Akibatnya ….nilai banyak yang merosot. Tapi jika ingin pandai contohlah seperti kakak kita yang lagi duduk di SMP Islam Athirah, Makassar Muhammad Firmansyah Kasim.
Remaja berkulit legam dan berbadan kurus kelahiran 26 Oktober 1991 ini bukan saja tekun dalam shalat dan menimba ilmu agama, tapi juga dalam pelajaran sekolah. Buktinya, ia sudah berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia lewat prestasinya yang luar biasa yaitu : menyabet medali emas dalam Olimpiade Fisika tingkat Asia 2007 atau Asian Physics Olympiad VIII (APhO), Shanghai, China. Yang lebih mengherankan lagi, karena ia masih duduk dikelas I SMA. Sedangkan para pesaingnya hampir semua sudah kelas III SMA. Adapun soal-soal yang diberikan ini setara dengan soal Fisika tingkat S2/S3, sehingga kebanyakan para peserta yang dating dari berbagai Negara seperti, Australia, Israel, India, Kazakhtan, Srilangka, China dan yang lainnya tidak mampu mengerjakan soal-soal yang sangat sulit ini.
Bukan itu saja, sebelumnya pada olympiade Fisika Internasional XXXVII di Singapura Juli 2006 yang lalu ia sudah berhasil menyabet medali perak atau juara kedua…subhanallah !………hebat nggak.
Lalu apa resepnya hingga dapat memperoleh prestasi yang luar biasa ? Ternyata ia sangat tekun dalam mengikuti pelatihan intensif menjelang Internasional Junior Science Olympiad di Yogya (Olimpiade sains untuk SMP) tahun 2005 dan pelatihan itu yang memberi kesan Fisika bukan pelajaran yang sulit. Ia menambah porsi belajar setelah Isya sampai mau tidur. Waktu tidurnya tidak menentu. Paling lambat pukul 24.00 malam dan selalu berusaha tidur cepat supaya bugar belajar esok hari.
Adik-adik yang soleh,..ingin seperti kak Firman nggak ? makanya yang rajin belajar…kurangi menonton televisinya dan selalu berdoa kepada Allah agar diberi otak yang cerdas. (Habib)
Spoot :
Siswa madrasah yang hebat.
Tidak ada kata lain yang ditujukan pada siswa yang sejak SD hingga SMA bersekolah di sekolah Islam Athirah ini selain hebat , jenius dan rendah hati.
Berbagai prestasi gemilang yang ditoreh putra dari pasangan Drs. H.M. Kasim-Dra. Hj. Farida Kasim ini antara lain adalah : medali emas di International Junior Science Olympiad (IJSO), Yogyakarta (2005). Kemudian ikut lagi di Asian Physics Olympiad (APhO), Kazakhstan (2006), hanya dapat perunggu. Pada tahun 2006, mengikuti International Physics Olympiad (IPhO) di Singapura (2006), hanya dapat Perak. Yang terakhir, medali medali emas di Asian Physics Olympiad (APhO) Shanghai China (2007).
.
Ayam jantan dari timur yang jenius
Pada jaman sekarang ini banyak sekali hiburan-hiburan, terutama film-film di televisi sehingga membuat adik-adik sering menonton dan lupa akan belajarnya. Akibatnya ….nilai banyak yang merosot. Tapi jika ingin pandai contohlah seperti kakak kita yang lagi duduk di SMP Islam Athirah, Makassar Muhammad Firmansyah Kasim.
Remaja berkulit legam dan berbadan kurus kelahiran 26 Oktober 1991 ini bukan saja tekun dalam shalat dan menimba ilmu agama, tapi juga dalam pelajaran sekolah. Buktinya, ia sudah berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia lewat prestasinya yang luar biasa yaitu : menyabet medali emas dalam Olimpiade Fisika tingkat Asia 2007 atau Asian Physics Olympiad VIII (APhO), Shanghai, China. Yang lebih mengherankan lagi, karena ia masih duduk dikelas I SMA. Sedangkan para pesaingnya hampir semua sudah kelas III SMA. Adapun soal-soal yang diberikan ini setara dengan soal Fisika tingkat S2/S3, sehingga kebanyakan para peserta yang dating dari berbagai Negara seperti, Australia, Israel, India, Kazakhtan, Srilangka, China dan yang lainnya tidak mampu mengerjakan soal-soal yang sangat sulit ini.
Bukan itu saja, sebelumnya pada olympiade Fisika Internasional XXXVII di Singapura Juli 2006 yang lalu ia sudah berhasil menyabet medali perak atau juara kedua…subhanallah !………hebat nggak.
Lalu apa resepnya hingga dapat memperoleh prestasi yang luar biasa ? Ternyata ia sangat tekun dalam mengikuti pelatihan intensif menjelang Internasional Junior Science Olympiad di Yogya (Olimpiade sains untuk SMP) tahun 2005 dan pelatihan itu yang memberi kesan Fisika bukan pelajaran yang sulit. Ia menambah porsi belajar setelah Isya sampai mau tidur. Waktu tidurnya tidak menentu. Paling lambat pukul 24.00 malam dan selalu berusaha tidur cepat supaya bugar belajar esok hari.
Adik-adik yang soleh,..ingin seperti kak Firman nggak ? makanya yang rajin belajar…kurangi menonton televisinya dan selalu berdoa kepada Allah agar diberi otak yang cerdas. (Habib)
Spoot :
Siswa madrasah yang hebat.
Tidak ada kata lain yang ditujukan pada siswa yang sejak SD hingga SMA bersekolah di sekolah Islam Athirah ini selain hebat , jenius dan rendah hati.
Berbagai prestasi gemilang yang ditoreh putra dari pasangan Drs. H.M. Kasim-Dra. Hj. Farida Kasim ini antara lain adalah : medali emas di International Junior Science Olympiad (IJSO), Yogyakarta (2005). Kemudian ikut lagi di Asian Physics Olympiad (APhO), Kazakhstan (2006), hanya dapat perunggu. Pada tahun 2006, mengikuti International Physics Olympiad (IPhO) di Singapura (2006), hanya dapat Perak. Yang terakhir, medali medali emas di Asian Physics Olympiad (APhO) Shanghai China (2007).
.
Abu Dzar Al-Ghifari
Abu Dzar Al-Ghifari sipenentang korupsi dan benci kekikiran
Meski namanya tak sebesar dan setenar sahabat-sahabat lainnya seperti Abu Bakar, Ustman, Umar serta Ali, namun sosoknya merupakan tokoh yang paling keras dalam menentang siapa saja yang suka menimbun harta, mengambil kekayaan Negara untuk kepentingan pribadi.
Semasa kekhalifahan Ustman ibnu Affan, banyak pejabat yang menyelengkan harta Negara hanya untuk kepentingan pribadi, namun ia tak pernah gentar dan berhenti untuk membersihkan mereka yang terlibat termasuk kalngan istana sekalipun. Begitu juga dimasa pemerintahan Muawiyah, ketika itu sedang membangun istana hijau atau lebih dikenal dengan nama Istana Al-Khizra. Beliau menegur dengan tegas kepada Pemerintah,” Kalau anda membangun istana ini dengan uang negara, berarti Anda telah menyalahgunakan uang Negara. Kalau Anda membangunnya dengna uang sendiri, dari mana sumber kekayaan Anda sehingga mampu membangun istana ini?
Katanya. Muawiyah hanya terdiam mendengar teguran sahabatnya ini.
Perjuangannya dalam memberantas kasus-kasus korupsi, kolusi dan nepotisme sangat keras, meski harus dikecam dan dimusuhi oleh banyak orang. Baginya adalah suatu kewajiban setiap muslim sejati menyalurkan kelebihan hartanya kepada saudara-saudaranya yang miskin.
Kepeduliaanya kepada fakir miskin sangat besar, hal ini tercermin dengan sikapnya yang wara’ dan zuhud. Karena sikap inilah yang sangat dipuji Rasulullah Saw, hingga ketika Rasulullah menjelang wafat, dipanggillah Abu Dzar dan dipeluk sambil berkata “Abu Dzar akan terap sama sepanjang hidupnya. Dia tidak akan berubah walaupun aku meninggal nanti” . Ucapan Rasul ternyata benar, karena sampai akhir hayatnya, Abu Dzar tetap dalam kesederhanaan, peduli dengan fakir miskin dan sangat soleh.
Sikap hidupnya yang menentang keras segala bentuk penumpukkan harta, membuat banyak kecaman dari kaum Quraisy, di masa Khalifah Utsman termasuk Muawiyah.
Suatu kali pernah Muawiyah yang menjadi Gubernur Syiria, memanggil Abu Dzar agar membolehkan umat menumpuk kekayaannya. Namun, usaha itu tak menggoyahkan keteguhan pandangannya. Karena jengkel, Muawiyah melaporkan kepada Khalifah Utsman ihwal Abu Dzar, hingga ia dipanggil namun pendiriannya tetap kokoh tak bergeming, bagaikan batu karang.
Adik-adik pembaca mengkin belum tahu siapa Abu Dzar ini ?
Sebelum masuk Islam, ia adalah seorang perampok besar dari suku Ghiffar dengan nama Jundab.yang ditakuti dijalur perdagangan Mekkah hingga Syiria. Teror dan gerakannya sangat luar biasa dan menakutkan. Namun selama dia berkiprah, hati kecilnya sangat berlawanan. Pergolakan batinnya berontak, hingga pada suatu hari, dengan ikhlas melepas seluruh kekayaan yang dimilikinya dan berhenti sebagai perampok termasuk mengajak seluruh kaumnya suku Ghiffar. Hal ini membuat sebagian dari kaumnya memberontak dan timbul pertentangan, dan Abu Dzar akhirnya bersama keluarganya hijrah ke Nejed dan akhirnya sampailah di Mekkah. Dikota inilah beliau bertemu dengan Rasulullah Saw. Begitu melihat ajaranyang sejalan dengan hatinya, tanpa ragu-ragu lagi ia masuk Islam dan memproklamirkan Islam didepan Ka’bah, meski pada saat itu masih dirahasikan. Mendengar semua ini, warga Mekkah marah dan menyiksanya yang akhirnya diselamatkan oleh Ibnu Abbas, karena mengingat akan timbulnya balas dendam dari suku Ghiffar jika Dzar terbunuh.
Sejak saat itu Abu Dzar berjuang dibawah panji-panji Islam, dan tugas utamanya dari Rasul adalah menyebarkan Islam dikalangan suku Ghiffar. Meskipun semua bekas perampok, namun alhamdulillah mau masuk Islam. Abu Dzar wafat dikampung jalan kafilah antara Irak-Madinah pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 32 H yang dishalati oleh Imam Abdullah ibnu Mas’ud. (Haidar)
Meski namanya tak sebesar dan setenar sahabat-sahabat lainnya seperti Abu Bakar, Ustman, Umar serta Ali, namun sosoknya merupakan tokoh yang paling keras dalam menentang siapa saja yang suka menimbun harta, mengambil kekayaan Negara untuk kepentingan pribadi.
Semasa kekhalifahan Ustman ibnu Affan, banyak pejabat yang menyelengkan harta Negara hanya untuk kepentingan pribadi, namun ia tak pernah gentar dan berhenti untuk membersihkan mereka yang terlibat termasuk kalngan istana sekalipun. Begitu juga dimasa pemerintahan Muawiyah, ketika itu sedang membangun istana hijau atau lebih dikenal dengan nama Istana Al-Khizra. Beliau menegur dengan tegas kepada Pemerintah,” Kalau anda membangun istana ini dengan uang negara, berarti Anda telah menyalahgunakan uang Negara. Kalau Anda membangunnya dengna uang sendiri, dari mana sumber kekayaan Anda sehingga mampu membangun istana ini?
Katanya. Muawiyah hanya terdiam mendengar teguran sahabatnya ini.
Perjuangannya dalam memberantas kasus-kasus korupsi, kolusi dan nepotisme sangat keras, meski harus dikecam dan dimusuhi oleh banyak orang. Baginya adalah suatu kewajiban setiap muslim sejati menyalurkan kelebihan hartanya kepada saudara-saudaranya yang miskin.
Kepeduliaanya kepada fakir miskin sangat besar, hal ini tercermin dengan sikapnya yang wara’ dan zuhud. Karena sikap inilah yang sangat dipuji Rasulullah Saw, hingga ketika Rasulullah menjelang wafat, dipanggillah Abu Dzar dan dipeluk sambil berkata “Abu Dzar akan terap sama sepanjang hidupnya. Dia tidak akan berubah walaupun aku meninggal nanti” . Ucapan Rasul ternyata benar, karena sampai akhir hayatnya, Abu Dzar tetap dalam kesederhanaan, peduli dengan fakir miskin dan sangat soleh.
Sikap hidupnya yang menentang keras segala bentuk penumpukkan harta, membuat banyak kecaman dari kaum Quraisy, di masa Khalifah Utsman termasuk Muawiyah.
Suatu kali pernah Muawiyah yang menjadi Gubernur Syiria, memanggil Abu Dzar agar membolehkan umat menumpuk kekayaannya. Namun, usaha itu tak menggoyahkan keteguhan pandangannya. Karena jengkel, Muawiyah melaporkan kepada Khalifah Utsman ihwal Abu Dzar, hingga ia dipanggil namun pendiriannya tetap kokoh tak bergeming, bagaikan batu karang.
Adik-adik pembaca mengkin belum tahu siapa Abu Dzar ini ?
Sebelum masuk Islam, ia adalah seorang perampok besar dari suku Ghiffar dengan nama Jundab.yang ditakuti dijalur perdagangan Mekkah hingga Syiria. Teror dan gerakannya sangat luar biasa dan menakutkan. Namun selama dia berkiprah, hati kecilnya sangat berlawanan. Pergolakan batinnya berontak, hingga pada suatu hari, dengan ikhlas melepas seluruh kekayaan yang dimilikinya dan berhenti sebagai perampok termasuk mengajak seluruh kaumnya suku Ghiffar. Hal ini membuat sebagian dari kaumnya memberontak dan timbul pertentangan, dan Abu Dzar akhirnya bersama keluarganya hijrah ke Nejed dan akhirnya sampailah di Mekkah. Dikota inilah beliau bertemu dengan Rasulullah Saw. Begitu melihat ajaranyang sejalan dengan hatinya, tanpa ragu-ragu lagi ia masuk Islam dan memproklamirkan Islam didepan Ka’bah, meski pada saat itu masih dirahasikan. Mendengar semua ini, warga Mekkah marah dan menyiksanya yang akhirnya diselamatkan oleh Ibnu Abbas, karena mengingat akan timbulnya balas dendam dari suku Ghiffar jika Dzar terbunuh.
Sejak saat itu Abu Dzar berjuang dibawah panji-panji Islam, dan tugas utamanya dari Rasul adalah menyebarkan Islam dikalangan suku Ghiffar. Meskipun semua bekas perampok, namun alhamdulillah mau masuk Islam. Abu Dzar wafat dikampung jalan kafilah antara Irak-Madinah pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 32 H yang dishalati oleh Imam Abdullah ibnu Mas’ud. (Haidar)
Yasser Al Qahtani
Yasser Al Qahtani, Si "Penembak Jitu"
Masih ingat ? Turnamen internasional “Piala Asia 2007” yang baru saja digelar di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta ?
Jika kalian melihat partai Indonesia melawan Arab Saudi, pasti akan tahu, siapa yang menyebabkan Indonesia terjungkal dengan skor 1-2 ? Tak lain adalah sang kapten yang berwajah ganteng Yasser Al Qahtani yang dijuluki sebagai "The Sniper" atau si penembak jitu, katanya. Bahkan seorang kiper Yoshikatsu Yamaguchi yang sebelumnya dielu-elukan sebagai pahlawan Jepang harus menyerah saat bola tendangan striker Arab Saudi tersebut mengarah ke gawangnya. Selain gerakannya yang berbahaya dikotak pinalti, tendangannya sangat mematikan, apalagi duel-duel bola udara, hampir pemain belakang Indonesia tak ada yang sanggup menghadangnya.
Yasser yang lahir di Riyadh, 10 Oktober, 1982 ini adalah pesepakbola Arab Saudi yang mempunyai tinggi badan 166 cm serta 46 kali. Ia telah memperkuat negaranya Arab Saudi diberbagai ajang internasional termasuk Piala Asia dan Piala Dunia 2006 di Jerman dan sudah mencetak 33 gol untuk negaranya. Saat ini ia bermain untuk klubnya Al-Hilal dan berhasil masuk delapan besar kompetisi liga Champion Asia 2007.
Sayang, impian Al Qahtani untuk membawa negerinya menjuarai “Asian cup 2007”, harus terkubur, setelah ditaklukkan Irak secara dramatis di Gelora Bung Karno.
Meski mempunyai nama besar ditingkat Asia maupun Internasional, Yasser orangnya tertap rendah hati dan mau menyapa siapa saja.
Peradaban Mesopotamia
Tahukah Anda ? Pada zaman dahulu didaratan Irak, sudah ada peradaban yang tinggi yaitu, Mesopotamia.
Mesopotamia yang artinya “Daerah diantara sungai-sungai” ini terletak diantara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris yang kini membelah negeri yang sedang dilanda perang ini. Tempat-tempat bekas reruntuhan kota Ur kuno banyak terdapat di Tell el-Muqayyar, sedangkan kota Haran terletak ditepi sungai Eufrat. Disinilah sastra Mesopotamia sangat kuat pengaruhnya hingga sekarang, seperti karya sastra Enuma Elish (dari abad 17 SM), Epic Gilgamesh (abad 20 SM), dan Athrahasis (abad 18-17 SM). Teks-teks itu cukup terkenal dan tersebar luas karena ditemukan dalam berbagai versi dan bahasa, seperti versi Akkadia, Sumeria, Hittit, dan Asyur. Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalah kumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi. Kumpulan hukum yang berbentuk balok batu hitam itu ditemukan di Susa tahun 1901 dalam suatu ekspedisi yang dilakukan arkeolog Perancis di bawah pimpinan M de Morgan. Pada bagian atas balok, yang kini ada di Museum Louvre, Paris, ada relief yang menggambarkan Raja Hammurabi dari Babilonia Kuno (1728-1686 SM) sedang menerima hukum dari Dewa Shamash, dewa Matahari yang juga menjadi dewa pelindung keadilan.
Masih ingat ? Turnamen internasional “Piala Asia 2007” yang baru saja digelar di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta ?
Jika kalian melihat partai Indonesia melawan Arab Saudi, pasti akan tahu, siapa yang menyebabkan Indonesia terjungkal dengan skor 1-2 ? Tak lain adalah sang kapten yang berwajah ganteng Yasser Al Qahtani yang dijuluki sebagai "The Sniper" atau si penembak jitu, katanya. Bahkan seorang kiper Yoshikatsu Yamaguchi yang sebelumnya dielu-elukan sebagai pahlawan Jepang harus menyerah saat bola tendangan striker Arab Saudi tersebut mengarah ke gawangnya. Selain gerakannya yang berbahaya dikotak pinalti, tendangannya sangat mematikan, apalagi duel-duel bola udara, hampir pemain belakang Indonesia tak ada yang sanggup menghadangnya.
Yasser yang lahir di Riyadh, 10 Oktober, 1982 ini adalah pesepakbola Arab Saudi yang mempunyai tinggi badan 166 cm serta 46 kali. Ia telah memperkuat negaranya Arab Saudi diberbagai ajang internasional termasuk Piala Asia dan Piala Dunia 2006 di Jerman dan sudah mencetak 33 gol untuk negaranya. Saat ini ia bermain untuk klubnya Al-Hilal dan berhasil masuk delapan besar kompetisi liga Champion Asia 2007.
Sayang, impian Al Qahtani untuk membawa negerinya menjuarai “Asian cup 2007”, harus terkubur, setelah ditaklukkan Irak secara dramatis di Gelora Bung Karno.
Meski mempunyai nama besar ditingkat Asia maupun Internasional, Yasser orangnya tertap rendah hati dan mau menyapa siapa saja.
Peradaban Mesopotamia
Tahukah Anda ? Pada zaman dahulu didaratan Irak, sudah ada peradaban yang tinggi yaitu, Mesopotamia.
Mesopotamia yang artinya “Daerah diantara sungai-sungai” ini terletak diantara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris yang kini membelah negeri yang sedang dilanda perang ini. Tempat-tempat bekas reruntuhan kota Ur kuno banyak terdapat di Tell el-Muqayyar, sedangkan kota Haran terletak ditepi sungai Eufrat. Disinilah sastra Mesopotamia sangat kuat pengaruhnya hingga sekarang, seperti karya sastra Enuma Elish (dari abad 17 SM), Epic Gilgamesh (abad 20 SM), dan Athrahasis (abad 18-17 SM). Teks-teks itu cukup terkenal dan tersebar luas karena ditemukan dalam berbagai versi dan bahasa, seperti versi Akkadia, Sumeria, Hittit, dan Asyur. Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalah kumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi. Kumpulan hukum yang berbentuk balok batu hitam itu ditemukan di Susa tahun 1901 dalam suatu ekspedisi yang dilakukan arkeolog Perancis di bawah pimpinan M de Morgan. Pada bagian atas balok, yang kini ada di Museum Louvre, Paris, ada relief yang menggambarkan Raja Hammurabi dari Babilonia Kuno (1728-1686 SM) sedang menerima hukum dari Dewa Shamash, dewa Matahari yang juga menjadi dewa pelindung keadilan.
HAKEEM OLAJUWON
Si Dul : Tokoh olah raga
HAKEEM OLAJUWON
Tetap sabar meski difitnah
Adik adik tahukan cabang olah raga bola basket ? permainan yang memasukkan bola kekeranjang yang dipasang diatas. Mungkin bagi kalian yang menggemari olah raga ini akan tahu kompetisi bola basket NBA. Meskipun dinegara Amerika sana, namun banyak bintang bintang basket yang muslim, salah satu diantaranya adalah Hakeem Olajuwon.
Karena kepandaiannya dalam bermain bola basket, ia berhasil membawa klubnya Houston Rockets meraih titel juara NBA pada tahun 1994 dan 1995. Olajuwon sendiri juga berhasil meraih penerima gelar MVP atau pemain terbaik pada tahun 1994. Meskipun hidup ditengah tengah masyarakat non muslim, tapi Hakeem merupakan sosok muslim sejati. Ia sangat dihormati dan disegani karena rendah hati, berperilaku baik dan dikenal cukup taat mendalami ajaran Islam. Yang membuat warga AS terkagum-kagum, karena dia tetap menjalankan ibadah puasa sebulan penuh selama Ramadan, meski harus tetap tampil penuh membela timnya di ajang kompetisi NBA.
Uang hasil dari ia bermain basket banyak digunakan untuk beramal dan hal hal kemaslahatan Disela sela berlatih dan bertanding bola basket, ia secara gencar mendirikan lembaga Islamic Da'wah Center, (pusat dakwah bagi kaum muslim ) di Houston dan yayasan sosial Islam bernama Islamic African Relief Agency (IARA). Lembaga ini bertujuan untuk misi sosial, terutama bagi pihak pihak atau lembaga muslim yang membutuhkan di Afrika.
Meski jiwanya yang sosial dan dermawan, namun ada juga pihak yang tidak senang dengannya. Hal ini terbukti pada tahun 200 hingga 2001, Hakeem dituduh oleh pemerintah Amerika memiliki kaitan dengan jaringan teroris Al-Qaida dan Hamas. Namun semua tuduhan itu dibantah karena lembaganya betul betul murni menyumbang secara ikhlas kepada siapa saja yang membutuhkan, apalagi mereka yang ada sangkut pautnya dengan dakwah Islam.(kak Hidayatullah)
HAKEEM OLAJUWON
Tetap sabar meski difitnah
Adik adik tahukan cabang olah raga bola basket ? permainan yang memasukkan bola kekeranjang yang dipasang diatas. Mungkin bagi kalian yang menggemari olah raga ini akan tahu kompetisi bola basket NBA. Meskipun dinegara Amerika sana, namun banyak bintang bintang basket yang muslim, salah satu diantaranya adalah Hakeem Olajuwon.
Karena kepandaiannya dalam bermain bola basket, ia berhasil membawa klubnya Houston Rockets meraih titel juara NBA pada tahun 1994 dan 1995. Olajuwon sendiri juga berhasil meraih penerima gelar MVP atau pemain terbaik pada tahun 1994. Meskipun hidup ditengah tengah masyarakat non muslim, tapi Hakeem merupakan sosok muslim sejati. Ia sangat dihormati dan disegani karena rendah hati, berperilaku baik dan dikenal cukup taat mendalami ajaran Islam. Yang membuat warga AS terkagum-kagum, karena dia tetap menjalankan ibadah puasa sebulan penuh selama Ramadan, meski harus tetap tampil penuh membela timnya di ajang kompetisi NBA.
Uang hasil dari ia bermain basket banyak digunakan untuk beramal dan hal hal kemaslahatan Disela sela berlatih dan bertanding bola basket, ia secara gencar mendirikan lembaga Islamic Da'wah Center, (pusat dakwah bagi kaum muslim ) di Houston dan yayasan sosial Islam bernama Islamic African Relief Agency (IARA). Lembaga ini bertujuan untuk misi sosial, terutama bagi pihak pihak atau lembaga muslim yang membutuhkan di Afrika.
Meski jiwanya yang sosial dan dermawan, namun ada juga pihak yang tidak senang dengannya. Hal ini terbukti pada tahun 200 hingga 2001, Hakeem dituduh oleh pemerintah Amerika memiliki kaitan dengan jaringan teroris Al-Qaida dan Hamas. Namun semua tuduhan itu dibantah karena lembaganya betul betul murni menyumbang secara ikhlas kepada siapa saja yang membutuhkan, apalagi mereka yang ada sangkut pautnya dengan dakwah Islam.(kak Hidayatullah)
Abu Jahim bin Huzaifah
Suri tauladan
Berbagi sesama muslim
Adik-adik pembaca yang soleh..,kalian tahu tidak sifat egois!. Salah satu sifat manusia yang tidak boleh ditiru, karena dapat merugikan sesama yang akhirnya timbul tidak adanya rasa sosial atau dermawan. Sifat ini hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan serta mempedulikan nasib teman atau saudaranya. Islam sendiri melarang sifat ini, karena tiap muslim “diharuskan” peduli terhadap kepentingan sesama saudara muslim. Karena Rasulullah saw sendiri pernah bersabda dalam hadistnya :
“Tidak beriman seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaiman ia mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari, Muslim)
Sehingga para sahabat dijaman Rasulullah selalu menghindari sifat yang satu ini.
Salah satu contoh teladan serta keluhuran budi dan pengorbanan yang dilakukan oleh sahabat Rasul pada peristiwa perang Yarmuk, yaitu perang antara tentara Islam dengan pasukan Kristen Romawi Timur saat memperebutkan daerah Palestina, Suriah hingga kewilayah Mesopotamia yang sebelumnya adalah daerah kekuasaan kekaisaran Romawi.
Dimedan peperangan tersebut ada suatu kejadian yang sungguh mengharukan
Saat itu ditengah-tengah pertempuran, sebagian dari para mujahid muslim terluka dan gugur meski tidak sebanyak tentara Romawi Timur. Tampak salah seorang sahabat Rasulullah saw yang bernama Abu Jahim bin Huzaifah sedang mencari saudara sepupunya, Hasyim bin Abilas yang menjadi barisan penggempur digaris depan. Ketika ditemukan Hasyim dalam keadaan luka parah, sambil mengerang kesakitan, ia minta air. Melihat sepupunya terluka, Abu Jahim cepat-cepat berlari untuk mencari air. Ketika sudah mendapatkan air dan akan memberikan air itu pada Hasyim, terdengarlah suara yang sama tak jauh dari tempat Hasyim tergeletak,”Berikan aku air...berikan aku air. Disaat Abu Jahim kebingungan, karena air tersebut hanya cukup untuk saudara sepupunya, Hasyim berkata sambil tangannya memberi isarat ke arah suara tadi, ”Berikan dulu pada mereka, ia juga mujahid seperti kita, ia membutuhkan pertolongan dulu”, dan Abu Jahimpun melangkah menuju orang tadi. Ketika air akan diminumkan, terdengar lagi suara dari arah lain,” Toloong....haus ...tolong...air”. Orang kedua yang akan diberi air oleh Abu Jahim tersebut menolak untuk diberi dan tangannya ditunjukkan pada sumber suara orang ketiga tadi..Jahimpun menghampiri orang ketiga, namun ketika akan diberikan minum, ia berkata sambil tersendat-sendat,”Sudahkah kedua orang yang minta pertolongan sebelum aku kau beri minum ? jika belum berikanlah dulu, karena aku yang paling akhir meminta tolong’. Kemudian Abu Jahim buru-buru mendekati Hasyim, tapi begitu didekati, ia sangat terkejut, karena ternyata Hasyim telah gugur sebagai syuhada. Dengan hati sedih ia mendekati orang yang kedua, namun sama saja sudah gugur, lalu berlari lagi ke orang ketiga, ternyata ia ikut menyusul pula. Dengan rasa haru dan bangga Abu Jahim berdiri memandangi saudara-saudaranya yang mati syahid, karena dalam situasi yang seperti itu, ketiga sahabat tadi masih mau memikirkan serta mengutamakan saudaranya sesama syuhada agar mendapatkan pertolongan terlebih dahulu, sedangkan dirinya mau mengalah secara ikhlas.
Disinilah contoh suri tauladan dan perilaku dari para sahabat Rasulullah saw yang mempunyai keluhuran budi tinggi. Mereka tidak mau mementingkan dirinya sendiri, sebaliknya ia selalu memikirkan teman-temannya terutama sesama mujahid. Kalian bisa enggak meniru keluhuran para sahabat ?
Berbagi sesama muslim
Adik-adik pembaca yang soleh..,kalian tahu tidak sifat egois!. Salah satu sifat manusia yang tidak boleh ditiru, karena dapat merugikan sesama yang akhirnya timbul tidak adanya rasa sosial atau dermawan. Sifat ini hanya mementingkan diri sendiri tanpa memikirkan serta mempedulikan nasib teman atau saudaranya. Islam sendiri melarang sifat ini, karena tiap muslim “diharuskan” peduli terhadap kepentingan sesama saudara muslim. Karena Rasulullah saw sendiri pernah bersabda dalam hadistnya :
“Tidak beriman seorang dari kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaiman ia mencintai dirinya sendiri” (HR Bukhari, Muslim)
Sehingga para sahabat dijaman Rasulullah selalu menghindari sifat yang satu ini.
Salah satu contoh teladan serta keluhuran budi dan pengorbanan yang dilakukan oleh sahabat Rasul pada peristiwa perang Yarmuk, yaitu perang antara tentara Islam dengan pasukan Kristen Romawi Timur saat memperebutkan daerah Palestina, Suriah hingga kewilayah Mesopotamia yang sebelumnya adalah daerah kekuasaan kekaisaran Romawi.
Dimedan peperangan tersebut ada suatu kejadian yang sungguh mengharukan
Saat itu ditengah-tengah pertempuran, sebagian dari para mujahid muslim terluka dan gugur meski tidak sebanyak tentara Romawi Timur. Tampak salah seorang sahabat Rasulullah saw yang bernama Abu Jahim bin Huzaifah sedang mencari saudara sepupunya, Hasyim bin Abilas yang menjadi barisan penggempur digaris depan. Ketika ditemukan Hasyim dalam keadaan luka parah, sambil mengerang kesakitan, ia minta air. Melihat sepupunya terluka, Abu Jahim cepat-cepat berlari untuk mencari air. Ketika sudah mendapatkan air dan akan memberikan air itu pada Hasyim, terdengarlah suara yang sama tak jauh dari tempat Hasyim tergeletak,”Berikan aku air...berikan aku air. Disaat Abu Jahim kebingungan, karena air tersebut hanya cukup untuk saudara sepupunya, Hasyim berkata sambil tangannya memberi isarat ke arah suara tadi, ”Berikan dulu pada mereka, ia juga mujahid seperti kita, ia membutuhkan pertolongan dulu”, dan Abu Jahimpun melangkah menuju orang tadi. Ketika air akan diminumkan, terdengar lagi suara dari arah lain,” Toloong....haus ...tolong...air”. Orang kedua yang akan diberi air oleh Abu Jahim tersebut menolak untuk diberi dan tangannya ditunjukkan pada sumber suara orang ketiga tadi..Jahimpun menghampiri orang ketiga, namun ketika akan diberikan minum, ia berkata sambil tersendat-sendat,”Sudahkah kedua orang yang minta pertolongan sebelum aku kau beri minum ? jika belum berikanlah dulu, karena aku yang paling akhir meminta tolong’. Kemudian Abu Jahim buru-buru mendekati Hasyim, tapi begitu didekati, ia sangat terkejut, karena ternyata Hasyim telah gugur sebagai syuhada. Dengan hati sedih ia mendekati orang yang kedua, namun sama saja sudah gugur, lalu berlari lagi ke orang ketiga, ternyata ia ikut menyusul pula. Dengan rasa haru dan bangga Abu Jahim berdiri memandangi saudara-saudaranya yang mati syahid, karena dalam situasi yang seperti itu, ketiga sahabat tadi masih mau memikirkan serta mengutamakan saudaranya sesama syuhada agar mendapatkan pertolongan terlebih dahulu, sedangkan dirinya mau mengalah secara ikhlas.
Disinilah contoh suri tauladan dan perilaku dari para sahabat Rasulullah saw yang mempunyai keluhuran budi tinggi. Mereka tidak mau mementingkan dirinya sendiri, sebaliknya ia selalu memikirkan teman-temannya terutama sesama mujahid. Kalian bisa enggak meniru keluhuran para sahabat ?
Abu Ubaidah
Panglima “kepercayaan umat” yang merindukan mati syahid
Oleh kak Syarif
Diantara sepuluh orang sahabat nabi yang dijanjikan surga oleh Allah adalah Panglima Abu Ubaidah Ibnul Jarrah. Beliau memeluk Islam sehari setelah sahabat Abu Bakar as Siddiq di Darul Arqom.
Sepanjang hidupnya hampir sebagian besar diisi dengan pengorbanan dan perjuangan menegakkan Islam. Hal ini tampak ketika beliau harus hijrah ke Ethiopia pada gelombang kedua lalu balik lagi, dan berangkat lagi ke Yatsrib untuk menyertai Rasul demi menyelamatkan Muhammad dan aqidahnya. Meski bertubuh kurus, tinggi dan berjenggot tipis, namun keberanian dan ketegasannya sangat luar biasa. Hal ini terbukti disemua medan perang saat melawan orang orang kafir. Peristiwa yang sangat penting pada perang Uhud. Ketika itu ia melihat ayahnya berdiri dibarisan depan orang orang kafir yang menyerang tentara muslim. Imannya diuji, ia harus memilih antara cinta kepada Allah atau ayahnya. Dengan tegas ia langsung menyerbu dan berhasil membunuh ayahnya sendiri yang kafir. Baginya, seorang panglima muslim harus mengesampingkan gemerlapnya dunia dan keluarga yang berlainan akidah. Siapapun orangnya tanpa memandang perbedaan, jika akidahnya sama adalah saudara. Sedangkan biarpun keluarga, jika berbeda akidah dianggap kafir. Maka turunlah ayat yang berbunyi : “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang orang yang menentang Allahg dan Rasu-Nya, sekalipun orang orang itu bapak bapak, atau anak anak atau saudara saudara ataupun keluarga merek, mereka itulah orang orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang dating dari pada-Nya dan dimasukkan-Nya mereka kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Ny. Mereka itulah golongan Allah ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”(QS Al Mujaadillah 22).
Cintanya pada Rasul terlihat ketika musuh sudah berhasil mengepung Rasululloh Saw yang merupakan sasaran utama untuk dibunuh pada perang Uhud. Ketika itu Rasulullah terluka karena hantaman rantai besi, wajahnya mengucur darah. Abu Ubaidah dan beberapa orang rekannya secara cepat menghunus pedangnya untuk melindungi Rasul dari serangan ganas musuh hingga gigi depannya tanggal. Meski berabagai medan perang telah Ia terjuni untuk mencari mati syahid, namun Allah Swt masih memberinya hidup
Dalam perang Dzatus Salaasil, Rasulullah Saw menugaskannya untuk memimpin pasukan sebagai bala bantuan Amru bin Ash. Namun Amru menyuruh Abu untuk mengikuti perintahnya karena menganggap pasukan Abu ‘Ubaidah yang baru datang itu sebagai bala bantuan. Abu ‘Ubaidah berkata, “Ya Amru, Rasululllah melarangku, kalian berdua jangan berselisih!. Apabila engkau membangkang kepadaku, biarlah aku yang patuh kepadamu!”. Alangkah indahnya kata-kata dan sikapnya itu.
Sisi lain dari kehebatan sahabat yang satu ini adalah kezuhudannya. Diera khalifah Umar bin Khatab, kekuasaan Islam telah meluas dan Abu Ubaidah menjadi gubernur di Syria`. Saat Umar berkunjung dan singgah dirumahnya, khalifah tersebut tidak melihat harta benda, perabot atau barang mewah sedikitpun kecuali pedang, perisai dan pelana tunggangannya. Umarpun berkata,"Wahai sahabatku, mengapa engkau tidak mengambil sesuatu sebagaimana orang lain mengambilnya ?" Beliau menjawab, "Wahai Amirul
Mukminin, ini saja sudah cukup menyenangkan." Memang sungguh lura biasa, seorang berpangkat setinggi gubernur mempunyai sifat seperti Abu Ubaidah.
Sebelum menjabat gubernur, Dia pernah dipercaya dan dipilih oleh Rasulullah Saw di Najran untuk menjadi guru dan penegak keadilan yang seadil adilnya, tanpa memandang siapa orangnya, agama, suku maupun golongan. Hingga Rasul pernah bersabda, “Tiap-tiap umat memiliki orang kepercayaan dan kepercayaan umat ini adalah Abu ‘Ubaidah ibnul Jarrah”. Sedangkan orang orang menyebut amiinul ummah "kepercayaan umat Islam", Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah, sebagai penyebar kalimat "Allahu Akbar" dinegeri Syam dan sekitarnya.
Ketika Ubaidah berhasil menaklukkan negeri Syam hamper seluruhnya berhasil, hanya tinggal beberapa benteng yang belum sempat direbut. Tiba-tiba terjadi serangan penyakit kolera menular hebat di kalangan pasukan kaum muslimin hingga banyak yang meninggal. Mendengar berita tersebut, Khalaifah Umar ingin menyelamatkan Abu ‘Ubaidah dari cengkeraman maut itu, dengan memanggil pulang. Namun oleh Abu ditolaknya, karena ia tidak mau memisahkan prajuritnya yang lagi menderita. Keinginannya sejak dulu adalah gugur ditengah tengah para prajuritnya atau dimedan pertempuran. Akhirnya beliau wafat karena penyakit menular itu pada tahun 18 H dalam usia 58 tahun ditengah tengah pasukannya saat menundukkan benteng musuh.. Merasa kehilangan, Khalifah Umar sampai berkata : “Kalau usia Abu ‘Ubaidah lanjut, aku akan mengangkatnya menjadi penerusku. Kalau Allah bertanya, atas dasar apa kau mengangkatnya, aku akan menjawab, “aku pernah mendengar Nabi-Mu mengatakan “Dia kepercayaan Umat ini”.
Oleh kak Syarif
Diantara sepuluh orang sahabat nabi yang dijanjikan surga oleh Allah adalah Panglima Abu Ubaidah Ibnul Jarrah. Beliau memeluk Islam sehari setelah sahabat Abu Bakar as Siddiq di Darul Arqom.
Sepanjang hidupnya hampir sebagian besar diisi dengan pengorbanan dan perjuangan menegakkan Islam. Hal ini tampak ketika beliau harus hijrah ke Ethiopia pada gelombang kedua lalu balik lagi, dan berangkat lagi ke Yatsrib untuk menyertai Rasul demi menyelamatkan Muhammad dan aqidahnya. Meski bertubuh kurus, tinggi dan berjenggot tipis, namun keberanian dan ketegasannya sangat luar biasa. Hal ini terbukti disemua medan perang saat melawan orang orang kafir. Peristiwa yang sangat penting pada perang Uhud. Ketika itu ia melihat ayahnya berdiri dibarisan depan orang orang kafir yang menyerang tentara muslim. Imannya diuji, ia harus memilih antara cinta kepada Allah atau ayahnya. Dengan tegas ia langsung menyerbu dan berhasil membunuh ayahnya sendiri yang kafir. Baginya, seorang panglima muslim harus mengesampingkan gemerlapnya dunia dan keluarga yang berlainan akidah. Siapapun orangnya tanpa memandang perbedaan, jika akidahnya sama adalah saudara. Sedangkan biarpun keluarga, jika berbeda akidah dianggap kafir. Maka turunlah ayat yang berbunyi : “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang orang yang menentang Allahg dan Rasu-Nya, sekalipun orang orang itu bapak bapak, atau anak anak atau saudara saudara ataupun keluarga merek, mereka itulah orang orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang dating dari pada-Nya dan dimasukkan-Nya mereka kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Ny. Mereka itulah golongan Allah ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.”(QS Al Mujaadillah 22).
Cintanya pada Rasul terlihat ketika musuh sudah berhasil mengepung Rasululloh Saw yang merupakan sasaran utama untuk dibunuh pada perang Uhud. Ketika itu Rasulullah terluka karena hantaman rantai besi, wajahnya mengucur darah. Abu Ubaidah dan beberapa orang rekannya secara cepat menghunus pedangnya untuk melindungi Rasul dari serangan ganas musuh hingga gigi depannya tanggal. Meski berabagai medan perang telah Ia terjuni untuk mencari mati syahid, namun Allah Swt masih memberinya hidup
Dalam perang Dzatus Salaasil, Rasulullah Saw menugaskannya untuk memimpin pasukan sebagai bala bantuan Amru bin Ash. Namun Amru menyuruh Abu untuk mengikuti perintahnya karena menganggap pasukan Abu ‘Ubaidah yang baru datang itu sebagai bala bantuan. Abu ‘Ubaidah berkata, “Ya Amru, Rasululllah melarangku, kalian berdua jangan berselisih!. Apabila engkau membangkang kepadaku, biarlah aku yang patuh kepadamu!”. Alangkah indahnya kata-kata dan sikapnya itu.
Sisi lain dari kehebatan sahabat yang satu ini adalah kezuhudannya. Diera khalifah Umar bin Khatab, kekuasaan Islam telah meluas dan Abu Ubaidah menjadi gubernur di Syria`. Saat Umar berkunjung dan singgah dirumahnya, khalifah tersebut tidak melihat harta benda, perabot atau barang mewah sedikitpun kecuali pedang, perisai dan pelana tunggangannya. Umarpun berkata,"Wahai sahabatku, mengapa engkau tidak mengambil sesuatu sebagaimana orang lain mengambilnya ?" Beliau menjawab, "Wahai Amirul
Mukminin, ini saja sudah cukup menyenangkan." Memang sungguh lura biasa, seorang berpangkat setinggi gubernur mempunyai sifat seperti Abu Ubaidah.
Sebelum menjabat gubernur, Dia pernah dipercaya dan dipilih oleh Rasulullah Saw di Najran untuk menjadi guru dan penegak keadilan yang seadil adilnya, tanpa memandang siapa orangnya, agama, suku maupun golongan. Hingga Rasul pernah bersabda, “Tiap-tiap umat memiliki orang kepercayaan dan kepercayaan umat ini adalah Abu ‘Ubaidah ibnul Jarrah”. Sedangkan orang orang menyebut amiinul ummah "kepercayaan umat Islam", Abu 'Ubaidah ibnul Jarrah, sebagai penyebar kalimat "Allahu Akbar" dinegeri Syam dan sekitarnya.
Ketika Ubaidah berhasil menaklukkan negeri Syam hamper seluruhnya berhasil, hanya tinggal beberapa benteng yang belum sempat direbut. Tiba-tiba terjadi serangan penyakit kolera menular hebat di kalangan pasukan kaum muslimin hingga banyak yang meninggal. Mendengar berita tersebut, Khalaifah Umar ingin menyelamatkan Abu ‘Ubaidah dari cengkeraman maut itu, dengan memanggil pulang. Namun oleh Abu ditolaknya, karena ia tidak mau memisahkan prajuritnya yang lagi menderita. Keinginannya sejak dulu adalah gugur ditengah tengah para prajuritnya atau dimedan pertempuran. Akhirnya beliau wafat karena penyakit menular itu pada tahun 18 H dalam usia 58 tahun ditengah tengah pasukannya saat menundukkan benteng musuh.. Merasa kehilangan, Khalifah Umar sampai berkata : “Kalau usia Abu ‘Ubaidah lanjut, aku akan mengangkatnya menjadi penerusku. Kalau Allah bertanya, atas dasar apa kau mengangkatnya, aku akan menjawab, “aku pernah mendengar Nabi-Mu mengatakan “Dia kepercayaan Umat ini”.
Langganan:
Postingan (Atom)